Kumpulan SMS Hikmah sang Murabbi Kepada Murid-muridnya di Pagi Hari

Tak terasa...pesan singkat yang datang setiap pagi singgah ke handponku sebagai suplemen energi menjalani hari dan kehidupan, ketika kucoba buka dan baca kembali sudah sangat banyak dan bisa untuk dibukukan....Ya Allah...Panjangkan Umurnya , berkahilah hidupnya dan senantiasa Kabulkan setiap hajatnya, berikanlah kebaikan kebaikan atas apa yang senantiasa dikerjakannya sepertimana banyaknya kebaikannya yang telah menghujani kami......Kuatkanlah rajutan dan ikatan hati kami semakin menjadi kuat lagi sehingga hanya kematian yang dapat memisahkan kami...Amiin....

"Lengkapnya hidup manusia karena ada keterbatasan itu dibuka maka kesempurnaan Allah menutupinya, oleh karena itu jika manusia ingin selalu disempurnakan, maka seringlah bergaul dengan yang Maha Sempurna, bukan nafsu yang menambah kenistaan..."

"Pribadi bahagia adalah pribadi yang mensikapi masa lalunya dengan istighfar. Permohonan ampun didasari atas kelemahan manusiawi diiringi dengan keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun, Pengasih dan Penyayang. Rasa syukur yang dilandasi atas kesadaran kuat bahwa betapapun beratnya cobaan dan kesulitan, nikmat Allah selalu lebih banyak dibanding itu semua..."

"Itulah mengapa orang-orang beriman itu orang yang merdeka, karena mereka tidak menggantungkan hidupnya kepada selain Allah, maka hatinya akan cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah, sudah merdekakah hidup kita?.."

"Pribadi taqwa bukan pribadi tanpa cela, bila jiwa tersayat murka, ia bangkit tanpa lelah, dosa memapah pada hidayah, cela melejitkan potensi memperbaiki diri, alpa mengantarkannya mendekatkan diri kepada Allah, lalu ia hati-hati menjaga hati.."


"Kesuksesan yang kita raih bukan karena usaha kita, melainkan ada banyak tangan-tangan ikhlas yang membantu kita membuatkan anak tangga keberhasilan, ada doa-doa tulus yang membantu membuka pintu langit mewujudkan mimpi kita, memaknai kesuksesan sebagai keberhasilan bersama akan menutup ego dan keangkuhan diri, sekaligus pengakuan tulus di depan Allah"

"Kebaikan pada awalnya harus dipaksakan, karena jika kita memaksakan diri untuk berbuat kebaikan, maka kita akan dipaksa untuk berbuat keburukan. Kebiasaan segala hal membutuhkan latihan, ketekunan dan kesabaran barulah menjadi bagian dari keseharian kita..'

"Jika kita bertanya, "Apa paedah dari diciptakannya sesuatu yang membahayakan? "Jawabannya adalah bahwa hikmah Allah itu telah JELAS. tatkala hikmah itu tak tampak, wajib bagi kita untuk berserah diri..."

"Saat kita telah merasa nyaman dengan perbuatan dosa, maka saat itu jugalah kita sedang menjauh dari Allah, lalu jika Allah sudah kita jauhi, bisa dipastikan siapa yang kita dekati. Perbuatan dosalah yang membuat jarak antara kita dengan Allah, maka wajar doa kita tak kunjung dikabulkan, bukan karena Allah tak mendengar, tapi pekatnya dosa membuat do'a tak kunjung sampai kepada-Nya.."

"Shaum adalah tentang doa-doa yg diijabah, tentang rangkaian kata tak berbatas, tentang untaian air mata dalam sujud panjang. Hikmah diselipkannya ayat tentang doa dalam rangkaian ayat-ayat shaum menunjukkan doa di bulan Ramadhan memiliki kekuatan teramat dahsyat..."
  
" Ukhuwah itu itu seutuhnya rindu, yang membuat selalu tak sabar bertemu. Ini adalah tentang Hati, hati yang terikat, tentang Do'a yang saling bertaut, ia adalah tulus menjelma, ia terasa rumit untuk diungkap namun nyata dalam kata sederhana.....ia Dalaam untuk diselami karena ia adalah iman yang serupa makna..."
"Dalam hidupnya Rasulullah leih mengingat kekalahan Uhud daripada Kemenangan Badar. Mengingat kegagalan justru lebih indah daripada terlena dengan Kemenangan. Kegagalan bukan kekalahan, kegagalan adalah saat Allah sedang mengingatkan kita, bahwa perjuangan bukan soal kalah menang, namun perjuangan adalah saat kita tak pernah putus asa"

"Tak perlu gelisah dengan nikmat yang hilang, itu tandanya masa berlaku nikmat itu sudah habis ditangan kita dan saatnya dipergilirkan kepada yang lain, pada waktu yang sama kita akan mendapatkan nikmat yang baru, tentu jika kita mampu mensyukuri nikmat-nikmat yang sudah kita kecap selama inin."

"Seperti sebuah ruangan, maka hati pun harus kita buka seluas-luasnya dan jangan pernah kita tutup. Dengan membuka hati selebar-lebarnya, maka bukan hanya cahaya kebaikan yang dapat masuk, namun sifat-sifat buruk pun akan mudah keluar. Karena ruangan yang senantiasa tertutup membuat penghuninya mudah sakit, karena tak pernah mendapatkan cahaya dan pergantian udara, celakanya kita sering nyaman dengan suasana seperti itu..."

"Jika semua yang direncanakan Allah untuk kita itu berujung pada kebaikan, mengapa kita resah? yang berbeda hanyalah alur menuju kebaikan tersebut, ada yang menuju jalur yang menyenangkan dan mudah namun ada juga yang melewati jalur terjal dan sulit, namun akhir tetaplah sama, jika ingin sampai ke tujuan, syaratnya hati-hati dalam melalui jalur apapun..itulah Taqwa..."
"Ibarat Cermin, hati harus senantiasa dibersihkan agar dapat menjadi cermin bagi diri sendiri dan orang lain. Karena setiap dosa yang kita lakukan akan menjadi noktah hitam dalam hati kita. Apabila cermin sudah berkarat maka jangankan untuk cermin orang lain untuk diri sendri saja sulit. Cermin yang bersih akan mudah peka terhadap dosa dan kesalahan, hingga terlihat kotor dan kita segera membersihkannya, cermin yang indah bukan yang steril dari debu, namun yang selalu dibersihkan..."

"Kata "saling" dalam kamus hidup itu hendaknya digunakan dalam kerangka kebaikan, karena jika itu digunakan dalam keburukan maka yang terjadi hanyalah melahirkan jarak antara kita dengan kebaikan tersebut, mulailah menata hidup dengan "saling" dalam hal-hal yang baik, maka itu akan meredam ego dalam diri kita untuk berbuat keburukan..."

"Saat kita berdoa kepada Allah, maka saat itulah kita sedang menaiki tangga keberhasilan dan ketawadhuan. Doa bukanlah sesuatu yang minimal seperti yang selalu kita katakan, doa adalah bentuk maksimalitas ketergantungan kita kepada Allah. Doa adalah kado terindah kepada Allah untuk sebuah nama yaitu Ikhtiar..."

"Hidup tak mungkin netral, pilihan tetap akan menunggu untuk dipilih, karena sikap netral sama saja dengan kita tak pernah siap untuk hidup, namun saat harus memilih, mintalah petunjuk kepada Allah, karena pilihan-Nya adalah yang terbaik untuk kita..."

"Penglihatan adalah ni'mat Allah dan kita baru sadar bahwa penglihatan adalah nikmat Allah ketika Allah cabut penglihatan dari sisi kita "Man lam ya'rif qodron ni'am biwujudina arofaha biwujudi fuqdamiha" Barang siapa yang tidak mengenal nikmat Allah, ketika ada wujudnya baru mengenal ketika wujudnya dicabut oleh Allah, begitupula orang tua kita adalah nikmat Allah jangan sia-siakan mereka....."

 "Akan datang saat-saat dimana kita jatuh, lemah, gelisah bahkan putus asa dalam menjalani hidup. Syukuri dan nikmati saat saat indah tersebut, karena Allah sedang memberi peluang dan kesempatan bagi kita untuk kembali, bersyukur, bersimpuh dan bergantung kepadanNya, bayangkan jika tidak ada siklus kehidupan? susah-senang, gembira-sedih, akankah kita sadar tentang keMahabesaranNya?"

"Saat mendapat nikmat atau keberhasilanpun Allah bukan hanya memerintahkan kita bertahmid dan bertasbih, namun kita juga diperintahkan untuk beristighfar, karena dalam setiap usaha meniti tangga keberhasilan, sangat mungkin kita menggunakan cara-cara yang tidak disukai Allah atau kedepannya akan banyak rintangan yang akan kita lalui. Keberhasilan justru menjadi batu loncatan agar kita waspada..."

"Tak perlu gelisah dengan nikmat yang hilang itu tandanya masa berlaku nikmat itu sudah habis ditangan kita dan saatnya dipergilirkan kepada yang lain, pada waktu yang sama kita akan mendapatkan nikmat yang baru, tentu jika kita mampu mensyukuri nikmat-nikmat yang sudah kita kecap selama ini..."

Sebelum anda berfikir untuk mengucapkan kata-kata yang tidak baik, pikirkan seseorang yang tidak bisa bicara...Sebelum mengeluh tentang hidup, pikirkan seseorang yang terlalu cepat pergi ke alam baka...Jika anda mengeluh tentang pekerjaan, pikirkan orang yang tak punya pekerjaan, orang cacat & orang yang mengharap bisa bekerja...Hari ini sebelum berfikir menudingkan jari/ menghukum orang lain, Ingat tak seorangpun yang tak punya dosa & kita semua bertanggung jawab pada pencipta. Jika pikiran yang mematahkan semangat membuat anda murung, senyum & berterima kasihlah, anda masih hidup. Hidup: Hadiah, Jalani, Nikmati & Agungkan serta Sempurnakan Hakekat kepada-Nya..."

"Jika Taqwa adalah gelar, maka orang yang sudah berkali kali shaum tentu tak perlu lagi melaksanakannya. Taqwa adalah sebaik-baik bekal, maka mungkin saja akan habis, oleh karena itu taqwa adalah proses berkepanjangan bukan hasil, perjalanan panjang tanpa bekal yang memadai hanya akan melahirkan kelelahan.."

..............................dan masih banyak lagi........................

1 komentar:

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Popular Posts

agusonpapers. Diberdayakan oleh Blogger.