Kupu-kupu tanpa warna




Mencoba menjadi indah dengan untaian kepak sayap dengan sungut  tegak  tertuju kepada  apa saja yang ada di depan mata diafragmanya seolah mencoba menjajakan aura pesona agar dirinya ditangkap. Saat ini adalah buah dari kerasnya usaha dan peluh seolah melintasi zaman yang sangat panjang  dalam buntalan kepompong hanya untuk sekedar menumbuhkan sayap, agar apa? …tentunya agar menjadi indah.

Usaha keras dalam perjalanan panjang menjadi momok yang membuat orang menjadi phobia dan paranoid saat diri masih bergelar  sebagai predikat Ulat, agar apa? …Tentunya agar menjadi indah….

Sampai-sampai berkali kali harus menunduk memohon serta memberikan upeti kepada burung-burung agar menunda kematian untuk tidak memakannya sampai dimana waktu menjadi indah itu tidak lagi menjadi mimpi, sekali lagi agar apa?...tentu saja sampai menjadi indah itu tiba. 

Lengkap sudah rasa yang dinamakannya perjuangan itu dirasakan, bukan cuma sabar, tapi ambisi pun terpelihara, harta apa lagi tenaga, menangis tanpa air mata pun sudah menjadi siklus bukan karena sandiwara tapi karena memang sudah kering….semua itu mengiringi perjalanan panjang menuju saatnya seperti sekarang ini menjadi indah

Ha..ha..ha..ha…..Kini lengkap sudah, punya  sayap yang terbentang, bisa terbang menari dengan sungut yang panjang, bisa menghampiri tempat dan bunga indah dimana saja berada….tapi..??? 

Kenapa semua yang didatanginya skeptic dan acuh??
Kenapa saat ini blm ada satupun yang menyebut dan menganggapnya indah?
Kenapa disaat menjadi indah ini, masih tetap harus merasakan  lelah dan berkeringat..??
Kenapa kehampaan dan beban kehidupan menjadi lebih berat  dibanding  masa lalu….??
Dan Kenapa yang dinamakan Kebahagiaan yang seharusnya terasa  tapi itu blm juga dirasakan ??

Semua jawaban itu dijawab dan di ejawantahkan sendiri disaat Sayapnya sudah menjadi lapuk dan sungut yang tidak lagi tegak, mata yang redup dengan dan tubuh yang tidak lincah saat menjelang akhir dari cerita kehidupannya menjadi indah….yang tetap saja ternyata tidak Indah

Kupu Kupu Tanpa Warna yang merasa Indah tapi ternyata tak Indah, karena dalam prosesnya menjadi indah dan pada saat menjadi Indah …Lupa melibatkan Zat yang membuatnya bertahan selama berjuang sewaktu melakukan perjalanan panjang dan Lupa bersyukur kepada Zat yang maha menampakan keindahan…pantas saja harapan panjang kupu-kupu itu tanpa hasil sehingga membuatnya hidup dengan lelah dan tak memiliki warna pada akhirnya….
                                                                                                                                                                                Agus Setiawan

0 comments:

Posting Komentar

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Popular Posts

agusonpapers. Diberdayakan oleh Blogger.