Diguyur Minyak Rem..AKU KORBAN MAS! (True Story)

image:republika.co.id
Menjadi korban Tabrak lari bukanlah pengalaman asing buatku, kalau lihat kakiku banyak ukiran ukiran dan tanda tanda karya seni dari bekas luka sebagai reward menjadi korban tabrak lari…hahahahah bangga banget sih!

Setiap ingat atau mendengar kata tabrak lari, maka yang terngiang dalam otakku adalah minyak Rem…loh kok minyak rem? Apa hubungannya…ya gitu deh namanya dah terekam di alam bawah sadar jadinya gitu...

Saya mau bercerita tentang kejadian tabrak lari yang aku alami perdana dan menjadi cikal bakal  munculnya korelasi kecelakaan tabrak lari dan minyak rem.

Kejadiannya sehabis Isya sekita pukul 19.00 wib, saat itu aku baru saja keluar dari JHCC (Jakarta Hall Convention Center) sehabis melihat Indonesia Book Fair tahun berapa ya, agak lupa juga…
Aku dan Cholid temanku keluar dengan menaiki Honda Astrea Star jadul milik almarhum ayahku. Aku yang nyetir dan Olid dibelakang membonceng dengan tujuan pulang karena memang sudah tidak ada agenda lagi diantara kami berdua malam itu.

10 Menit keluar dari Kawasan Senayan menuju Plaza Indonesia, jalanan saat itu tidak begitu ramai…sudah kebiasaan, aku mengendarai motor dengan santai sambil ngobrol ngalor ngidul dengan Olid. Tiba-tiba Escudo Hitam berplat nomer ghaib, maksudnya ga jelas lawong nda merhatikan…hahah…dari arah kanan melaju kencang dan mulai menempel mepet disebelah kanan motorku, dan dalam hitungan detik Escudo hitam itu banting kekiri seolah ingin kenalan denganku berdua…lalu 

BRAAKKK!!!.....SRESEEKKKKK…KRRRKKKKK……CIIIT…!


kita ulangi ya dengan Slow Motion…..saat bagian depan Escudo tersebut membanting kiri dari arah kanan, bagian depannya menghantam stang kanan dan kakiku…aku menoleh ke mobil tapi kacanya gelap, lau aku melayaanng pelaan terbang mental kearah kiri sambil menatap pelan kiri dan kanan…(masih slow motion) lalu beberapa detik kemudian kaki, pantat, tangan, baru badan menyentuh aspal dan terseret….srreeeekkk…(pokoknya keren banget dah jatohnya kaya di filem filem itu looh)…abis itu gelap Syock…!

Nah beberapa detik kemudian aku sadar ternya olid lagi mengejar mobil yang menabrakku sambil menimpuknya dengan batu, tapi sayang batunya kalah cepet sama mobil…entah batunya atau olidnya yang ngga kuat ngelemparnya, dan Escudo hitam tersebut melesat hilang dikegelapan malam.

Beberapa menit berlalu aku mencoba berdiri dari posisiku, lemes, kaku dan sakit…pas kulihat tubuhku….wow eksotis banget, celana sobek, kaki berdarah hebat, dengkul besrot, sikut besrot dan lengan berdarak sobek daraah euuy... it’s wonderfull amazing…!

Kulihat Olid tidak terluka, hanya lecet sedikit di kakinya, ia langsung membangunkan motorku dan menolongku serta membawaku ke tempat orang berkumpul dengan jaket dan Helem (tepatnya Pangkalan Ojek)…
Helooo…Liid gw korban ini, kenapa ga dibawa klinik malah dibawa ke pangkalan Ojek, sungguh abnormal memang kelakuannya ini. Olid membelikanku Teh botol untuk menenangkan Psikis yang sedang syock ini, tapi apa daya rasa perih dari luka membuat ku meringis ringis nahan perih, mau jalan aja susah saat itu.

Tak lama kemudian aku memperhatikan Para tukang ojek mengerumuniku....dan bener aja saat itu pula profesi mereka berubah mendadak…ada yang jadi wartawan, ada yang jadi reporter, ada yang jadi pengamat, ada yang jadi komentator…nah yang paling ngeri lagi ada yang jadi Dokter bedah ma perawaat…beuuuh dahsyat kalii tukang ojek ini, pokokya berisik sekali…dah tau lagi nahan sakit eh ditanya macem macem di komen macem macem pula kaya twitter dan yang bikin deg degan pas liat ada tukang ojeg yang dah siap dengan perngkat medis dan bedah menghampiriku…

Apa ini Paak…? Aku bertanya….
Ooooh ini Minyak Rem Mas….disini mah biasa kalau ada tabrakan, jatoh, kecelakaan kaya gitu biasanya dipakeeiin Minyak Rem….kata tukang ojek yang merangkap ahli bedah tuh..

Whaaaaaattt??? Helloooo……Minyak Rem…minyak Rem loh pak ini ga salaaah!!

Udah maas tenang aja…dah mas diem aja, pokoknya abis ini enakaaan deeh…beneran..sembari tangannya menarik kakiku yang berdarah-darah.

Dag..dug..dag..dug..dag..dug…siapaa coba yang gak deg degan, mikir macem macem, kebayang luka membusuk lah, kebayang makin ancur laah, pokoknya merinding…dah gitu tuh tukang ojek ga megang kapas ga megang tisu ga megang perban, plester atau apa yang sterill gitu…..ONLY Minyak Rem Bekas setengah botol di tangan kanan…sedangankan tangan kirinya memegang kuat kakiku yang luka seperti tukang jagal……

AAAAAAAaaaaaaaarrrrggghhhhhhWAAA…WAAAAAAA…….sakiiiiitt ga ketulungaaan, ampuuun daah…ini tukang ojek bener bener,  ngga pake notol, noel, cocol…Tapi ngguyurr….Blaass…hatiku pasraaahh…perihnya lebih perih dari luka disiram alcohol panas pula..

Setelah kaki pindah ke kaki sebelah ku lalu pindah ke tanganku semua diguyur minyak Reem….waaaaaa, bayangkan…hayoo bayangkan..!!

Beberapa saat setelah selesai mengguyur, ojeg bedah itu tersenyum nyengir sambil menatap ke mataku serta tetap menggenggam botol minyak rem ditangan kanannya….trus berkata..”Gimanaaa enaakaan kan sekaraang..”!

Huuuufftt…ueedaaan….sungguh mengesalkan….!!

Eh ding….aneh deh kok abis itu tiba tiba rasa sakit dan perih di lukaku hilang….!, beneran sumpah ga boong deh...
Darah berenti ngalir dan langsung membentuk jaringan selaput….
Perihnya hilang..daan aku pun bisa berjalan serta menggerakan tangan dengan baik…! RUAAAR BIASAA…apa ini yang dibilang tadi ya, semua korban disini yang kecelakaan biasa dikasih minyak rem…! KONYOL BODOH, tapi kok beneraan yaa lukanya enakan…

Olid temenku pun terbengong bengong dia ngeliatnya…aku menghabiskan Teh botolku lalu berpamitan kepada para ojek juga tidak lupa berterima kasih padanya. Tindakan aneh, tapi se-aneh anehnya aku merasa lebih baik sekarang ketimbang tadi sebelum diguyur minyak Rem..!

Percaya atau tidak Aku dan olid masih meneruskan perjalanan dengan motor boncengan sampe Rumah dengan kondisi luka sedemikian itu..dan tetap ngobrol juga tetap bercanda seolah tidak abis mengalami kecelakaan.

Sampe Rumah aku sengaja tidak mencucinya, hanya memberishkan telapak kaki kemudian langsung tidur malam itu. Besok paginya kulihat luka lukaku menghitam gosong seperti hendak mengering…Orang rumahku yang melihat kondisiku histeris ga kepalang panik…Kamu Kenapaa…, ke Dokter sanaaa…bla..bla..bla..!

Males aku ke dokter, sebab lukaku dah ga sakit lagi…tapi bapakku memaksa aku ke dokter untuk memeriksa lukaku…dan terpaksalah aku ke dokter sendiri naik becak ke Dokter yang berada di depan komplek. Setelah mendaftar karena masih pagi saat itu tidak ada pasien lain selain aku, aku pun langsung dipersilahkan masuk dan langsung naik ke kasur pasien.

Dokter pun datang dan mulai memeriksaku dengan mengawali sebuah pertanyaan…

Dokter : kenapa ini……?
Aku : Jatuh Dok…tabrak lari semalam di senayan..
Dokter : Hmmm dikasih apa ini kok  menghitam gini…*sambil membasahi kapas dan perban hendak membersihkan?
Aku : Dikasih Minyak Rem dok….eh bukan saya sih yang ngasi, tapi yang nolongin sayah..!
Dokter :…Oooo Baguus lah ini….Tinggal di Goreng aja dikit lagi mateng ini…!
Aku : loh kok….tapi beneran dok, abis di guyur enakan loh dok…
Dokter : kalau gitu ini saya kasih minyak rem lagi aja yaa…
Aku : Yaaa jangaan dok, ngapain saya kesini..dirumah juga bisa….
Dokter : Ketawa Geli…
Aku : Huuuffhtt…DOKTER ANEH!

Setelah itu keadaanku berangsur membaik dan lukaku mengering sembuh dengan sendirinya. Tapi momen itu betul betul tidak bisa dilupakan. 

Tidak sampai disini, 2 bulan kemudian Aku mengalami Tabrak Lari lagi di Depan Universitas Pancasila Arah ke Depok….sekarang tepatnya depan KFC, Aku sedang membonceng Vespa bersama Firman temanku, kali ini yang menabrakku adalah Susuki Katana Abu-abu…tabrakan keras pun terjadi aku terseret mental beberapa meter dari lokasi tabrakan itu terjadi.

Katanya terus kabur dan hilang tidak tertangkap, aku pasrah lalu berdiri dan segera aku berjalan mencari bengkel. Alam bawah sadarku bekerja mengarahkan tubuh ini mencari minyak Rem…hahahah gila ya, beneran loh aku minta minyak rem ke bengkel dan kali ini aku sendiri yang mengguyurkannya ke lukaku yang lagi lagi di bagian dengkul dan tumit. Setelah agak mendingan aku balik lagi ke lokasi tabrakan dan membantu firman temanku yang sedang memingirkan motornya yang rusak parah.

4 Bulan kemudian aku mengalami lagi Tabrakan…kali ini bukan dengan mobil, tapi motor, pengemudinya ngantuk dan menabrak aku yang sedang berjalan pelan di pinggiran….setelah jatuh dan beristirahat sejenak sambil menyelesaikan masalah kami berdua sampai akhirnya berdamai, aku memaafkannya karena kecelakaan yang tidak disengaja. Tapii setelah itu orang yang menabrakku aku ajak ke bengkel terdekat….

Orang yang menabrakku bertanya…ngapain mas kebengkel, kan saya yang salah? Motornya gak dibawa…?
Ku jawab…oooh gapapa itu loh kaki kamu kan luka sama nih saya juga, mau diobatin ngga…cepet sembuh pokoknya…! Dah ikut aja mas…
Dengan wajah bingung dan pasrah dia mengikutiku sampai ke bengkel…bahkan mengikuti semua arahanku mencicipi MINYAK REM…! Heheheheh….

AAAARrrrgggghhhhhhhh….. periih Maaas!! Jeritnya..
Gimanaaa Enakaan kaan sekarang….Minyak Reem gitu loh…


WARNING!
Don’t TRY IT dimanapun anda mengalaminya..!!
Cukup Saya aja dan korban korban yang sudah merasakannya…
Kecuali anda nekat dan berani tantangan..!
Heheheheheh…


Agus Setiawan!


0 comments:

Posting Komentar

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Popular Posts

agusonpapers. Diberdayakan oleh Blogger.