Puisi Kereta Matarmaja


Matarmaja dibalik jendela 24 Mei 2014
Pecut Kuda Besi

Seperti kilap dibalik buram kaca jendela

temaram yg suram tampak cepat melesat 
gontai tubuh gontai gelas kopiku berdansa

roda besi keretaku menjadi mentornya
jakarta-malang yang katanya tak malang
tersisa 12 angka arloji lagi mentorku berhenti 
banyak manusia berbeban gila diatasnya
banyak wanita berwajah datar diantaranya..

dengan rupa asa dibelakang raut matanya
yg lelap bernyanyi dengan mimpinya
yg tertawa berlari dengan candanya...

pagi...aku rindu kamu
pak masinisku paculah lagi roda ini
pecutlah lagi kuda besi panjangmu ini

dengan cinta.....
dengan cinta......

matarmaja 19:17 wib
-agusonpapers-

________________________________________________


Ngantuk Kereta

Gelap itu niscaya

Lelah itu kepastian
Kantuk itu kegamangan
Harap itu kepercayaan

Semestinya larut itu tak perlu panjang

Semestinya lelah itu tak mengakar
Tapi mata rasanya terus mengajak bertengkar
Yang menang jadi mukadimah lelap

Hai bintang dibalik jendela

Matikan cahayamu sekarang
Yaa..Sekarang
dan Mata pun menjadi gelap

matarmaja 22.15 ngantuk

-Agus Setiawan-

________________________________________________


Sayup-sayup Bumi Malang

sayup sayup kabut berselorok masuk..
melewati syahdunya kereta shubuh
jendelaku tak lagi hitam
memutih menguning disorot cahaya
sinar diluar jendela

Selamat pagi matahari
selamat pagi bumiku
selamat pagi Malang...

Baris-baris pepohonan dan gunung-gunung
masih terus meniti dan berlari
menanti roda besiku berhenti menari...

jasad jasad lelah tak lagi lelah
wajah wajah datar tak lagi datar
senyum senyum bisu tak lagi bisu..

hai pagi...hai mentari
terimakasih kau cerahkan kami
Saat ini..Pagi ini

Matarmaja 5.40 Bumi Malang
-Agus Setiawan-

0 comments:

Posting Komentar

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Popular Posts

agusonpapers. Diberdayakan oleh Blogger.