Kenali dan Pahami Kemudian Mendakilah Dengan Penuh Cinta "Diskusi Mitos Dalam Pendakian"

Tiba-tiba sebuah message brodcast masuk di hapeku, menginfokan acara diskusi bertajuk "Membongkar Mitos Fakta dalam Pendakian", sebuah event diskusi yang dikemas secara santai dengan judul yang menarik sekali. Event acara yang diselenggarakan oleh RS Firdaus Jakut  bersama Komunitas Backpaker Jakarta kali ini ini cukup nyangkut dihati saya untuk bisa hadir disana, terlebih ketika tercantum nama nama Narasumber yang akan hadir disana untuk mengisi diskusi tersebut diantaranya adalah orang yang saya kagumi dan ingin sekali bisa berdiskusi langsung dengannya. Setelah mendaftar tidak lama dari itu saya langsung menyiapkan narasi dan bahan akan saya sampaikan kepada semua narasumber yang akan mengisi dalam acara itu....Namun karena tidak berjodoh, apa yang sudah saya siapkan ini tidak dapat tersampaikan lantaran keterbatasan waktu di sesi tanya jawab dan diskusi di akhir acara. Tak Ape laaah...masih ada sesi menuangkannya lewat tulisan, maka saya coba sampaikan melalui tulisan di blogg saya ini...

RS Firdaus Jakut yang memiliki Tagline "Melayani dengan hati", sebelumnya merupakan RS khusus paru yang berlokasi di jakarta Utara dengan kemudahan Layanan BPJSnya kini Sudah menjadi RS Umum yang tidak merubah niat awal berdirinya yaitu memberikan pelayanan bermutu dan tetap mengedepankan profesionalisme yang berjiwa pengabdian. Yang menjadi menarik RS tersebut bekerja sama dengan komunitas Backpaker Jakarta yang anggotanya sangat banyak di jakarta, ikut serta menjadi bagian dalam menyajikan kegiatan yang bersifat edukasi dan wawasan pengetahuan khususnya para penggiat aktivitas di alam terbuka baik yang baru terjun maupun yang sudah berpengalaman. Kita tahu lonjakan destinasi ketertarikan masyarakat untuk berkegiatan dialam terbuka baik itu travelling, pendakian, petualangan dsb dimulai dari pelajar, mahasiswa, sampai lansia yang tidak membedakan strata sosial, semua bisa melakukannya namun lonjakan tersebut tidak di imbangi secara seimbang antara kegiatan dengan Pemahaman atas resikonya atas aktivitas di alam terbuka. RS Firdaus Jakut sudah memulainya untuk berkolaborasi mengedukasi itu dengan menggandeng komunitas komunitas yang memang bersinggungan dengan aktivitas tersebut, dan saya sangat mengapresiasinya.



Di moderatori oleh Mbak Nisa yang Keceh, saya tidak mencatat kemarin beliau sebagai humas, manajemen atau dokter juga dari RS Firdaus Jakut yang memandu sepanjang acara berlangsung. Semua narasumber yang tercatat pada iklan broadcastnya kesemuanya juga hadir diantara ada Mas Harley B Sastra si Kurus dari Federasi Mountaineering Indonesia yang kurusnya sama kaya saya hahaha..,
lalu Mas Tyo Survival yang gondrongnya sama kaya saya juga, Kemudian Dr. Ridho dari RS Firdaus nah untuk beliau ini gada persamaanya sama saya..hahaha,
kemudian terakhir Edi Yamin & Siti Maryam BPJ survivor 4 hari 3 malam di Gunung Rinjani. Keberlangsungan rangkaian acara beberapa saya catat untuk melengkapi narasi dan bisa menjadikan resume, karena saya pikir sesingkat apapun acara ketika didalamnya disiisi oleh narasumber kompeten atau berisi hal hal yang memberikan wawasan pengetahuan untuk lebih baik lagi berkegiatan maka harus ada yang bisa dibawa pulang bagi diri untuk disimpan dikepala kemudian diaplikasikan pada saat kemudian berkegiatan. Ada beberapa hal saya menanggapi atas uraian yang menjadi bahan diskusi dan kemudian menjadi resume yang semoga bisa bermanfaat bua rekan rekan yang hadir dalam acara tersebut maupun rekan rekan BPJ..

Pertama teruntuk rekan Edi M Yamin & Siti Maryam (Survivor 4 hari 3 malam)
Setelah mendengarkan uraian pengalamannya dan mengikuti perkembangan peristiwa saat kejadian, saya menyampaikan bahwa secara tidak sadar, tapi mungkin bagi yang peka mengamatinya juga tau...Edi M Yamin ini secara tidak langsung telah mengajarkan banyak hal diantaranya adalah bagaimana ia menunjukan diri sebagai Leader atau pemimpin yang baik dan sangat bertanggung jawab atas apa yang menjadi tanggung jawabnya. Mulai dari berkoordinasi dengan pihak pihak terkait untuk pencarian, kemudian tetap berada pada posisinya saat kejadian, dan yang paling penting lagi adalah bagaimana dia bisa mengolah emosi dan kondisi psikologinya dan tetap senantiasa berdoa. Lalu Edi Yamin juga menunjukan bagaimana bersikap sabar dan tenang ketika insiden sedang terjadi tidak sedikit yang nyinyir terhadap beliau di instagramnya, atau banyak muncul pengamat dadakan dalam mengomentari kondisi yang terjadi. Namun Edi M Yamin tetap dalam posisinya dan komunikatif, dalam satu postingannya kalau ngga salah saya sempat liat dia membuat doa dalam bentuk puisi untuk menggambarkan kondisinya saat itu juga untuk siti maryam agar ditemukan. Sampai akhirnya Siti ditemukan, pada hemat saya bersyukurlah Siti maryam berada dalam barisan yang leadernya sangat bertanggung jawab dan tulus dalam mendoakan dengan air matanya, bisa jadi siti selamat lantaran doa tulus ketuanya edi yamin saat itu...cmiwiiw...

Kedua teruntuk Mas Tyo Survival
Semua saya rasa mengenal belia, bagi saya Tyo merupakan guru survival meskipun ngajarinnya lewat channel youtube. Saya ingin menganjurkan kepada semua peserta yang hadir saat itu agar tonton semua channelnya mas Tyo itu, lalu bukan cuma ditonton rekam kemudian praktekan dalam bentuk kegiatan atau dalam simulasi latihan. Satu waktu dalam kondisi survival saya mengalami kondisi dimana saat tidak ada tumbuhan terdekat yang enak untuk diolah kecuali Pakis, nah saat melihat pakis tiba tiba yang muncul wajahnya Tyo Survival lagi makan umbut pakis...disitulah peran guru dunia maya bisa hadir dalam ingatan, akhirnya saya mengolah umbut pakis tersebut seperti apa yang pernah mas tyo praktekan dalam mengolah umbut pakis. Cuma herannya di videonya liat mas Tyo makan umbut pakis itu ekspresinya kaya makan singkong goreng lezaat gimana gitu...tapi pas saya yang ngerasain sambil nyolokin umbut yang mateng pake kayu...heheh ekpresinya kok beda yaaaa...heheheh Thanks For Tyo survival, satu waktu sudah membantu saya keluar dari masalah perut saat itu.



Ketiga untuk Mas Harley B Sastra
Mitos dan hubungannya dengan konservasi, jawaban dalam menguak maupun membongkar mitos itu akan terjawab dengan sendiri ketika seseorang sudah melakukan banyak sekali melakukan perjalanan dan pendakian, bukan hanya itu tapi diimbangi dengan pengetahuan yang dimiliki baik dari manajemen perjalanan, kemudian pendekatan dengan budaya dan kondisi sosial setempat...banyak membuat catatan catatan terkait konservasi maupun keberlangsungan flora maupun fauna setempat dan mas harley ini salah contoh orang yang melewati semua itu. 
Dan pada akhirnya Mitos yang ada dalam pendakian menurut hemat saya merupakan pesan indah dalam kemasan yang unik untuk mengingatkan para pendaki akan sifat yang cenderung bisa membahayakan, merusak konservasi, situs, tatanan sosial, juga untuk kebaikan dan kesehatan pendaki itu sendiri. bahasa kalimat dalam Mitos bukan untuk ditelan mentah menjadi sebuah warning Horor dalam seperti novel atau kisah mistik melainkan justru untuk memacu para pendaki berfikir, belajar dan mencari tahu sebenernya pesan apa dibalik mitos yg ada tersebut dalam cara berfikir yang positif.


Keempat dari penjabaran Dr. Ridho (RS Firdaus Jakut) untuk rekan rekan semua..
Untuk penjabaran dari sisi medis terkait aktivitas pendakian, apa yang sudah Dr. Ridho sampaikan menjadi sangat penting bagi para penggiat alam terbuka. Saya punya harapan banyak para EO, Komunitas, maupun penyelenggara event atau opentrip, selalu menyisipkan satu atau dua materi edukasi terkait penanganan medis dalam setiap tripnya. Jadi tidak melulu trip itu hanya mengejar spot terbaik untuk foto maupun menambah port folio perjalanan, melainkan juga menjadi trip yang berisi lengkap dengan pemahaman resikonya.

Seperti contoh wanita Haid yang Dr. Ridho sampaikan saat Mendaki. Ada yang bertanya, kalau lagi Haid ga boleh tuh naik Gunung C mitosnya akan begini begana dan begini.
Perspektif memandangnya adalah, ketika ada yang bertanya demikian maka galilah dulu informasinya lebih dalam...misalnya Wanita yang sedang haid itu Fisiknya baik, dia faham apa yang harus dilakukan saat haid termasuk mengganti pembalut dsb, kesehatannya oke, tau step step bagaimana dia mengatur langkah dan perjalannya, Senantiasa berfikir Positif...maka tidak ada larangan mutlak untuk tidak boleh mendaki karena mitos tersebut...

Kecuali hasil pendalamannya ternyata...oh wanita tersebut biasanya kalau lagi Haid ada efek bawaan dan sampingannya, misalnya suka kram perut, suka pusing demam, suka lemas, dan berefek lainnya karena dia yang mengenal tubuhnya sendiri...maka perspektif medis itulah yang digunakan untuk melarang atau mengingatkan wanita tersebut untuk tidak mendaki karena akan membahayakan dirinya juga tim...kerangka berfikir inilah yang dibangun untuk memberikan edukasi bukan malah perspektif mitos gunungnya.

Catatan Penting...yang terjadi saat ini,
Ketika seseorang mendaftar trip perjalanan maupun pendakian yang notabene orang tersebut tidak/belum/minim pengetahuan atas resiko dan bahayanya. 
Pertama, yang ia cari dan gali informasi melalui google maupun yutube adalah titik titik spot indah dari trip yang akan dituju..itu pasti utamanya
Kedua, dia akan mencari informasi yang terkait mitos mitos dan hal hal yang sifatnya mistis dan sebagainya pada tujuan trip tersebut
Ketiga, ketika dia mendaftar sepenuhnya secara tidak sadar dia menyandarkan hidup dan keselamatannya kepada penyelenggara acara atau teman perjalannya..apalagi kalau dalam iklannya "Include P3K". Maka yang terjadi "ah gw ga bakalan di tinggalin ini" "ah ada di anu ini kalau gw sakit" so ternyata dilapangan keadaanya berbeda, ketika mengalami sakit, insiden dia sedang bersama temannya yang juga sama sekali tidak tau tau harus melakukan apa...maka jadilah korban yang banyak kita temui dalam perjalanan pendakian dsb.

Menghadirkan Dokter untuk memberikan edukasi seperti yang dilakukan BPJ dengan RS Firdaus menjadi sesuatu yang sangat baik dan berarti dan musti di teruskan dalam kegiatan kegiatan selanjutnya. Mulai lah dari materi dasar yang lain yg biasa ditemui dalam pendakian maupun perjalanan..bagaimana menanggulanginya dalam perpekstif medis dalam pertolongan pertama misalnya Kram Kaki, engkel, Luka Ringan, Mountain Sickness, Hypotermia sampai penanganan bidai ketika ada luka atau sampai mengakibatkan patah tulang...
Backpaker Jakarta bisa menjadi pioneer melakukan itu dalam setiap tripnya kedepan berkolabroasi dengan instansi medis seperti RS Firdaus Jakut yang sudah dilakukan ini meskipun kemasannya bukan dalam trip maupun perjalanan tapi setidaknya sangat bermanfaat.




menutup narasi dan resume diatas saya coba mengingatkan kembali kepada rekan rekan yang memiliki hobi dan kesenangan atas aktivitas dialam tebuka pendakian dsb.

"ketika kita memutuskan akan melaksanakan perjalanan, benarkan niat dan bangun Positif Mind yang kuat tujuan kita mendaki itu untuk apa...lengkapi peralatan dan perlengkapan, terus belajar tentang manjemen perjalan, obat-obatan, serta skill dan wawasan...karena pada akhirnya kenyataanya kita mendaki bukan untuk diri sendiri melainkan juga bermanfaaat bagi orang lain. Dengan positif mind yang kuat, maka mitos apapun bisa teranulir, kemudian permasalahan apapun yang bisa mengakibatkan insiden bisa sangat meminimalisir...Alam itu sangat bersahabat dan bisa menjadi jalan keluar  dari masalah jika faham caraya menjadi sahabatnya, Dan Siti Maryam sudah mengalami itu buah dari kekuatan Positif Mind nya. 

akhirnya tersampaikan juga apa yang mau saya sampaikan meskipun jadi mengembang melalui tulisan ini...Terima Kasih banyak untuk para narasumber dan juga untuk...oh iya ternyata saya juga dapet oleh-oleh keceh dari Dhaulagiri Outdoor Equipment yang ternyata juga menjadi bagian dari terselenggaranya acara tersebut, bravo semoga kedepannya semakin besar mengkaomodir kebutuhan para penggiat alam terbuka.

Kenali dan Pahami Kemudian Mendakilah Dengan Penuh Cinta

Agus Setiawan
Bulan Sabit Merah Indonesia
Kota Depok
@agusonpapers

0 comments:

Posting Komentar

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Popular Posts

agusonpapers. Diberdayakan oleh Blogger.